Moving

Monday, April 28, 2008


Ini bukan keputusan yang mudah... Agak sulit untukku, mungkin untuk yang lain ini mudah saja, tapi bagiku ini sulit. Tidak semudah kelihatannya, ada separuh hidupku disini dan memindahkannya sama saja dengan memindahkan sebagian dari hidupku.


Semua tulisan yang pernah tertoreh disini harus aku pindahkan. Memang tidak banyak yang pernah kutorehkan disini, tapi disinilah tempatku menceritakan sakitku untuk pertama kali. Begitu banyak luka dan perih yang tertoreh dan aku memutuskan untuk memindahkan semuanya.. Bukan karna aku tak percaya lagi, bukan juga karna tempat ini tidak lagi mau menampung semua ceritaku... Tapi ada tempat berteduh yang lebih menjanjikan kenyamanan.


Sebelumnya memang sudah banyak yang mengusulkan untuk pindah kesana, tapi aku masih menyayangi tempat ini (sampai sekarang pun aku masih menyukai tempat ini, tempat ini belum pernah mengecewakanku sebenarnya) dan pertemuan dengan ibu satu ini kemarin, membuatku berfikir untuk benar-benar pindah. Mudah-mudahan ini memang keputusan yang tepat dan mudah-mudahan tempat yang baru bisa jadi tempat berteduh paling indah... Walau masih dalam tahap perkenalan, tapi mudah-mudahan bisa bertahan lama... Silakan berkunjung ke tempat berteduh yang baru (http://dewipraz.wordpress.com)

pic diambil dari sana sini


My Confusion

Monday, March 31, 2008

...You never seen the way I looking to your eyes

You never realize the love I feel insight...

Malam basah, sendiri seperti malam-malam sebelumnya. Mencoba untuk bersatu dengan dinginnya malam, mendekapnya, mencumbunya, merasakan dinginnya yang mulai menusuk-nusuk tulang rusuk. Mencoba menghangatkan diri dengan alunan musik yang terus mengalun menemaniku menyusuri dinginnya malam.

...Down full shack the rock your body when my music is near you,
Free yourself feel the music make a sound
Cause what ever the bit hit, bit came around from my soul
Just take a chance to be a part of it..
-
Can You Feel My Music by Tompi -

Ingatanku terbang ke beberapa hari kemain, pada perjalanan pulang dari liburan panjangku di balik papan. Perjalanan dua jam balikpapan - jakarta yang tadinya ingin ku habiskan dengan tidur saja karna aku hanya sendiri dan terlalu lelah tapi sepertinya lelaki paruh baya di sebelah ku tidak mengijinkan, dia mulai banyak bertanya dan bercerita. Dia bercerita tentang beberapa kegagalannya dalam menemukan cinta, tentang cintanya yang seringkali kandas, tentang dia yang masih saja sendiri dan trauma. Aku lebih banyak mendengar, mencoba menjadi pendengar yang baik dengan sedikit komentar yang aku rasa perlu. Percakapan dua jam itu ternyata sedikit berpengaruh pada perjalananku selanjutnya. Aku masih harus meneruskan perjalanan ke bandung, tanpa teman ngobrol, akhirnya aku merenungi percakapan ku dengan lelaki paruh baya yang baru aku temui. Percakapan yang membuatku berfikir tentang konsep jodoh yang tidak pernah aku mengerti. Bagaimana cara kerjanya dan bagaimana menemukannya.Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an, Allah telah menentukan jodoh setiap umatnya.

"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikuranggi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam kitab. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah"
[Q.S Faathir, 35:11]

Allah telah menentukan takdir setiap umatnya, baik itu jodoh, umur dan rejeki. Tapi tetap saja konsep jodoh membuat bingung,apakah setiap orang yang menikah itu berarti berjodoh? Lalu jika mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai apakah berarti mereka sudah tidak berjodoh? Semua tentang jodoh benar-benar membingungkan. Satu yang pasti setiap orang memiliki jodohnya masing-masing. Wallahualam...

*pic dari sini

The Wedding

Wednesday, March 5, 2008


Cinta yang mulai dirajut setelah pernikahan adalah cinta yang akan abadi. Sebaliknya cinta yang dimulai jauh hari sebelum hari pernikahan tidak lebih dari permainan rasa dan kecenderungan hasrat.

-HendrataFilla-

Pernikahan..

Kata yang akhir-akhir ini selalu terasa mengancam (hmmm, entah apa kata-kata yang tepat). Pernah salah satu teman terfikir untuk menikah tanpa cinta, hanya karena umur yang menurutnya sudah pantas untuk menikah. Tapi bukankah itu sama dengan pemerkosaan rasa?
Saya ingin menikah dengan cinta, bukan dengan hasrat atau nafsu yang hanya muncul sesaat.

Cinta...

Entah bagaimana rasanya, setelah lama rasa itu pergi saya belum lagi merasakan cinta seperti dulu. Entah karena dulu terasa begitu indah atau justru karena dulu terasa begitu menyakitkan sampai saya enggan untuk mengulanginya.... Entahlah..

Ayat - Ayat Cinta

Sunday, February 24, 2008


Sebelumnya novel dengan judul yang sama, Ayat-Ayat Cinta, udah lebih dulu membius dengan ceritanya yang luar biasa. Novel yang mendeskripsikan cinta dengan cara yang lain. Dengan cara yang bener-bener indah. Dan bukan hanya tentang cinta tapi juga ikhlas dan sabar. Waktu ada isu bakalan ada filmya sempet sangsi apa filmnya bisa mengadopsi jalan cerita novelnya dengan baik. Di dalem novelnya diceritain tentang pria yang sempurna, mungkin terlalu sempurna, pinter, akhlaknya bagus, good looking juga, too perfect.. Pria ini, Fahri, di peranin sama Fedi Nuril, kayanya ko kurang sreg, tapi ngga nemu juga artis yang kira-kira pas buat meranin Fahri. Setelah baca kisah dibalik layar Ayat - Ayat Cinta yang di tulis mas Hanung Bramantiyo, rasa sangsi yang pernah ada berubah jadi rasa penasaran.

Sabtu kemaren film ini akhirnya diputer di bandung, midnight, karna bener-bener penasaran dengan hasil film yang kabarnya proses castingnya aja ngabisin waktu 5 bulan, jadi sabtu kemaren dibela-belain nonton film yang baru dimulai jam setengah dua belas malem, bisa dibilang niat banget soalnya sabtu pagi nya baru pulang dari purwokerto jam tiga pagi dan minggunya musti masuk kerja untuk nyiapin data buat dibawa ke medan senin besok.

Sebenernya nonton film yang di adopsi dari novel musti siap-siap untuk kecewa, jangankan film Indonesia, film produksi Holywood yang di adopsi dari novel juga seringkali ngga lebih bagus dari novelnya. Tapi salut juga dengan antusias penontonnya, studio 1 tempat film ini di puter, penuh, tanpa ada satu kursi pun yang tersisa. Dibalik beberapa adegan yang ngga sesuai dengan versi novel, seperti Aisyah yang di peranin Ryanti terkesan antagonis, film ini memang layak di tonton.



*pic dari sini dan sini

Madura pindah ke Jawa?

Friday, February 15, 2008

~Rise & Shine by The Cardigans~

Saya : Halo
Dia : Hai wi.. lagi dimana?
Saya : Lagi di Jember
Dia : Jember? Daerah mana Jember teh?
Saya : Masih sekitar 5 jam dari Surabaya kalo naek kereta
Dia : Sebelah mana Madura?
Saya : Ya masih jauh atuh, Madura kan udah beda pulau
Dia : Loh Madura bukannya di Jawa?
Saya : bukan atuh..
Dia : Madura bukannya deket Surabaya?
Saya : Iya gitu?
(ga yakin, nanya ke ibu2) "Bu, kalo Madura deket dari Surabaya?"
Ibu2 : Madura cuman sekitar satu jam kalo dari Surabaya
Saya : oiyah, bener.. Madura deket dari Surabaya
Dia : Iya kan bener, emang Madura itu ada di Jawa. Kan ada Sate Madura (mulai ngga nyambung)
Saya : Iya yah (ngerasa aneh tapi tetep sepakat madura ada di Jawa)
Dia : IPS kita ancur ya.. hehehehe
Saya : Iyah.. hehehe
Dia : Soalnya perasaan Madura teh deket Surabaya,
Saya : (nanya ke ibu tadi) Bu, Madura emang di pulau Jawa ya?
Ibu2 : Ya ngga, Madura ya di pulau Madura
Saya : Madura bukan di Jawa!!!
Dia : Masa sih? Perasaan mah di Jawa da Madura teh..
Saya : Makanya jangan pake perasaan.. hehehehe

*percakapan dua orang bodoh...

Batas tipis antara kesetiaan dan kebodohan

Friday, January 25, 2008

Ternyata antara kesetiaan dan kebodohan batasnya tipis banget. Atau saya yang terlalu bodoh ngartin apa itu setia? Mungkin emang saya terlalu bodoh. Bukti bodohnya, saya udah ngilangin 2 flash disk dengan merk dan model yang sama dan saking pengennya flash disk dengan merk dan model itu saya tetep keukeuh nyari lagi flash disk dengan merk dan model itu.Memang dari pertama liat flash disk itu udah suka banget. Mungkin untuk orang laen biasa aja, tapi buat saya flash disk ini luar biasa, dan sejak pertama liat udah suka banget.

Flash disk yang pertama beli sempet tahan sampe 2 bulan, tapi terus ilang waktu rariweuh cari uang receh buat nelpon di saku jaket, sebenernya ngga inget juga apa flash disk nya disimpen di saku jaket apa ngga, tapi sepertinya sih emang disimpen di saku jaket, karna keburu-buru mau bayar telpon kayanya si flash disknya jatoh. Sedih banget waktu itu, soalnya flash disk ini seperti barang yang wajib di bawa ke kantor, jadi pas ilang aga repot juga pas musti transfer-transfer data, walau bisa pake jaringan tapi orang-orang lebih milih transfer pake flash disk. Akhirnya nyari lagi flash disk baru, tapi tetep keukeuh nyari flash disk dengan merk dan model seperti yang pertama. Pas cari di toko yang dulu si flash disk udah ngga ada, cari ke toko yang laen juga sama udah ngga ada. Akhirnya milih mending ngga punya flash disk daripada beli tapi model dan merknya ngga suka. Setelah sebulan minjem-minjem flash disk akhirnya nemu juga flash disk seperti yang dulu, saking senengnya langsung dibeli deh walau harganya lebih mahal daripada flash disk yang pertama. Tapi baru juga dua hari udah ilang lagi. Kesel sih, tapi udah ilang mau gimana lagi. Dan besoknya karna udah tau toko mana yang jual flash disk itu, langsung kesana lagi buat beli flash disk yang sama. Alhamdulillah sampe sekarang flash disknya masih ada, mudah-mudahan ngga ilang lagi, kalo ilang lagi hetric nih.

Sekarang kalo dipikir-pkir lagi, rasanya ko bego banget, ngapain juga musti nyari flash disk yang sama sampe tiga kali. Dasar bodoh..

ngopi doeloe

Thursday, January 17, 2008


Tempat ini udah dua hari ini jadi tempat singgah sepulang kantor. Kopi yang enak dan akses internet yang lumayan cepet bikin saya balik lagi ke sini, walau tempatnya ga gitu besar dan juga kurang dingin karna sepertinya ngga ada air conditioner, tapi saya tetep ngerasa tempat ini cukup nyaman. Lagi pula kalo pengen dingin saya bisa milih duduk diluar.

Sebenernya saya bukan kopikholic, cuman akhir2 ini emang lagi suka ngopi. Dan lagi pengen nikmatin suasana yang beda, yang ngga hectic seperti di kantor. Suasana kantor akhir-akhir ini emang kurang enak, bukan karna kerjaannya, tapi karna ada temen kantor yang nyebelin, yang bilang kalo saya itu miss chating, ngga mau belajar, males dan masih banyak yang jelek2. Sebenernya dia bener sih, heu heu heu, saya emang kebanyakan chatting dari pada kerja, tapi saya mau belajar ko dan ngga males cuman ngga ada kerjaan aja, hehehehe, lagian atas dasar apa dia bilang gitu. Tapi sempet kemakan omongan dia juga sih, jadi kemaren-kemaren sempet males ym-an, tapi karna dasarnya suka jadi ya ngga bisa ditahan, walau kadang cuman on line tanpa chat sama siapapun, jadi cuman tahan beberapa hari terus ym-an lagi. Lagian salah dia sendiri messenger list-nya dikit, jadi ngga ada yang ngajak chat (hehehe jadi emosi :p).

Daripada mikirin omongan orang yang kayanya banyak ngga benernya mending nikmatin kopi enak sambil makan pisang crispy....

Back..

Tuesday, January 15, 2008


Ini bukan kejenuhan, bukan juga karna pekerjaan yang menyita seluruh waktu. Sebenernya saya bisa saja meluangkan sedikit waktu untuk membuka halaman web ini dan menulis sepenggal paragraf atau sebaris kata atau setidaknya satu kata saja untuk membuktikan saya ada, saya eksis. Tapi entah kenapa rasanya berat, rasanya masih ada yang salah, entah apa. Selama sebulan ini saya mencari, tapi saya sendiri tidak begitu jelas dengan apa yang saya cari.

Akhirnya saya seolah meninggalkan dunia ini, dunia blog yang dulu sempat jadi tempat curhat yang tidak pernah complain. Sampai akhirnya rasa rindu mengalahkan semuanya, saya rindu menulis, saya rindu membaca postingan temen-temen blogger yang lain. Saya tidak lagi mau peduli dengan rasa yang tidak jelas apa yang masih tetap saja ada. Biar saja ada sampai akhirnya rasa itu pergi tanpa saya suruh. Saya ingin kembali menulis, saya ingin berceloteh, saya ingin tetap ada disini....

*pic diambil dari sini

Nyala

Thursday, December 13, 2007


Malam merambat, hanya terdengar ringkik jangkrik dan suara rebek speaker komputer yang masih setia dengan lagu-lagu jadulnya. Saya lagi melow malam ini, denger lagu-lagu jaman sma dulu, The Drugs don't work - The Verve, You and Me Song - The Wannadies, Push - Matchbox 20, Creep - Radiohead...

Bikin inget jaman dulu, sepuluh taun yang lalu.. Masih dengan rok abu-abu dan rambut kucir kuda, hidup rasanya indah banget waktu itu, ngga ada beban yang berarti selain ulangan atau Ebtanas. Saat tidur terasa begitu nikmat tanpa disibuki dengan pekerjaan yang mengurangi porsi tidur karna masih harus terjaga sampai jam 3 dini hari selama seminggu penuh. Saat-saat menghabiskan sore di mall sambil nikmatin ice cream cone atau cuman sekedar ngobrol seru di sudut kamar yang berantakan.

Banyak yang berubah setelah sepuluh taun, hidup yang tadinya indah jadi
terasa hambar. Dulu sepertinya hidup itu campuran warna-warna yang indah, dan setiap harinya muncul warna baru yang makin menambah kecerian disetiap harinya, sekarang hidup rasanya cuman terdiri dari dua warna, hitam dan putih, terkadang warnanya makin samar, walau sesekali muncul warna baru yang lebih indah tapi warna-warna itu ngga pernah bertahan lama, hanya mampu bertahan sebentar sampai akhirnya hilang dan hanya terlihat abu yang samar.

Seringkali ada tanya dalam hati, adakah Nyala yang terang, yang mampu membuat warna terlihat semakin cerah tanpa mengurangi keindahannya? Nyala yang dapat mengubah abu menjadi biru? Nyala yang tak meredup meski sumber cahaya dimakan oleh gelap.. Sekarang saya hanya menunggu saatnya tiba, saat Nyala membuat warna menjadi lebih indah, saat hitam dan putih berubah jadi lebih berwarna, saat terang datang dan gelap tak lagi jadi teman setia..


Waiting..
Still waiting..
I'll always wait..

"Percayalah terang akan datang disaat yang tidak terduga
Dan malaikat diatas bumi tersenyum lepas
Percaya pada semua saatnya akan tiba
Dan pada waktunya semua akan beterbangan
...
Dimanakah kita kan berpijak dan terus melangkah kedepan
Tanpa ada ingatan lama terbawa kembali"
~Nyala by Pure Saturday~


That I would be good..

Friday, November 16, 2007




"..that I would be good even if I lost sanity
that I would be good whether with or without you.."

~That I would be good by Alanis Morrissette~




Lagi-lagi tentang kamu.. Ketika semua orang menyuruhku berhenti, ketika semua orang lelah mendengar keluh, saya masih tetap mengenang. Bukan berarti saya tidak capek, saya capek, saya ingin berhenti. Dan mungkin ini saat nya, ini waktu yang tepat, ya hari ini, detik ini, ah sekarang memang waktunya. I would be good… Saya akan baik-baik saja.. Bukannya waktu itu saya pernah bilang, saya akan baik-baik saja walau waktu itu dengan diiringi Love hurt-nya Incubus.


"when I'm done with thinking, then I'm done with you.
when I'm done with crying, then I'm done with you.
when I feel so tired, then I'm done with you.
everybody feels this way sometimes, everybody feels this way and I do
."
~I do by Lisa Loeb~


(sayang di radioblogclub ngga ada lagu ini)

Semuanya sudah berakhir, saya yakin akan ada awal yang jauh lebih indah. Kalau bukan sekarang mungkin besok atau lusa atau mungkin masih berminggu-minggu lagi, entahlah.. Tapi saya cukup optimis dan saya juga berusaha untuk tetap bersabar, bukankah sabar tak berbatas? Saya pernah baca disatu buku, buku yang sempet jadi pocket book karna slalu saya bawa dan baca setiap saat (buat yang lagi desperate buku ini cocok banget, judulnya "Agar Selalu Ditolng Allah" karangan Hendra Setiawan) katanya, menurut penelitian ilmiah,orang optimis itu hidup lebih lama. Karna orang optimis memandang kegagalan yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh sesuatu yang dapat berhasil dimasa mendatang. Dan itu yang saya yakini sekarang, saya yakin saya bakal jadi orang yang paling bahagia suatu saat nanti. Untuk itu saya hanya perlu bersabar.


"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar"
~QS. Al-Baqarah 2:155~

Entah sudah berapa orang yang berusaha mengenalkan saya dengan teman, saudara, tetangga bahkan memperkenalkan dirinya sendiri. Tapi belum pernah ada seorangpun dari mereka yang membuat hati saya bergetar, semua terasa hambar. Saya tidak merasa ada ketertarikan dengan mereka dan juga ada perasaan tidak mau terikat dengan mereka. Sampai akhirnya saya bertemu dia. Dia guru di tempat kursus yang lagi saya ikuti belakangan ini. Saya merasa dia punya senyum paling manis yang pernah saya liat. Begitu sempurnanya Alllah melukiskan sunggingan senyum diwajahnya. Dia juga bisa membuat saya tersenyum-senyum di perjalanan pulangnya. Akhirnya hati saya bergetar, begitu hebat getarannya sampai-sampai saya tidak bisa merasakan kaki saya sendiri. Saya yang pernah lupa bagaimana merasakan sebuah "rasa" dan menikmati indahnya mencinta akhirnya merasakan lagi indahnya itu semua. Walau saya harus puas hanya dengan memandang dan menikmati senyumnya. Karena saya tidak pernah punya keberanian untuk memulai. Biarlah, mungkin dia menjadi indah karna saya hanya menikmatinya dari jauh..